Kampar Tertinggi di Riau, 417.768 Warga Sudah Ikuti Cek Kesehatan Gratis

Kampar Tertinggi di Riau, 417.768 Warga Sudah Ikuti Cek Kesehatan Gratis
Ahmad Yuzar Bupati Kampar

KAMPAR — Kabupaten Kampar mencatat capaian tertinggi dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Riau.

Capaian tersebut diraih di bawah kepemimpinan Bupati Kampar Ahmad Yuzar, yang terus mendorong penguatan pelayanan kesehatan serta peningkatan akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan. Program CKG menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan secara lebih mudah sekaligus mendorong deteksi dini berbagai risiko penyakit.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau per Jumat (4/9/2026), sebanyak 417.768 warga Kampar telah mengikuti pemeriksaan kesehatan dari total sasaran 924.208 orang.

Dengan capaian tersebut, persentase pelaksanaan CKG di Kampar mencapai 45,2 persen. Angka itu menempatkan Kampar di posisi teratas dalam daftar kabupaten/kota yang tercantum dalam laporan tersebut.

Kampar hanya unggul tipis dari Kabupaten Rokan Hulu yang mencatat 45,1 persen. Selanjutnya, Kota Dumai 43,1 persen, Rokan Hilir 34,8 persen, dan Pelalawan 32,7 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Zulhendra Das’at mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama jajaran kesehatan dan dukungan masyarakat.

Menurut dia, CKG tidak hanya ditujukan untuk memenuhi target cakupan pemeriksaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendeteksi masalah kesehatan masyarakat sedini mungkin.

“Capaian ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan. Yang paling penting bukan hanya mengejar angka, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan mengetahui kondisi kesehatannya,” ujar Zulhendra, Sabtu (5/9/2026).

Ia mengatakan, Dinas Kesehatan Kampar bersama puskesmas dan tenaga kesehatan akan terus mendorong masyarakat yang belum mengikuti CKG agar memanfaatkan program tersebut.

Zulhendra juga menekankan pentingnya tindak lanjut setelah pemeriksaan. Masyarakat yang ditemukan memiliki faktor risiko atau gangguan kesehatan diharapkan dapat memperoleh penanganan sesuai kebutuhannya.

“Deteksi dini sangat penting. Kalau ada faktor risiko atau masalah kesehatan yang ditemukan, kita bisa segera melakukan tindak lanjut sehingga tidak berkembang menjadi masalah yang lebih berat,” katanya.

Program CKG dilaksanakan melalui fasilitas pelayanan kesehatan dengan melibatkan puskesmas dan tenaga kesehatan. Pelaksanaannya menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatan masing-masing.

Capaian 45,2 persen menunjukkan masih terdapat masyarakat yang belum mengikuti pemeriksaan. Dari total sasaran 924.208 orang, sekitar 506.440 orang masih menjadi sasaran yang perlu dijangkau.

Dinas Kesehatan Kampar pun masih memiliki pekerjaan untuk memperluas cakupan pemeriksaan hingga seluruh sasaran mendapatkan akses CKG.

Zulhendra berharap dukungan pemerintah kecamatan, desa, tenaga kesehatan dan masyarakat dapat terus diperkuat agar pelaksanaan program tersebut semakin optimal.

“Harapan kita cakupan CKG terus meningkat dan masyarakat semakin sadar bahwa pemeriksaan kesehatan secara rutin merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan,” tutupnya.

(Dir)

#diskes kampar #masyarakat cek kesehatan