Puskesmas Kuntu Diresmikan, Bupati Ahmad Yuzar Luncurkan Program Gizi Khusus untuk 173 Anak Stunting

Puskesmas Kuntu Diresmikan, Bupati Ahmad Yuzar Luncurkan Program Gizi Khusus untuk 173 Anak Stunting
Bupati Ahmad Yuzar Resmikan Puskesmas Kuntu, Kamis (3/9)

KAMPAR— Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., meresmikan UPTD Puskesmas Kuntu di Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, Kamis (3/9/2026).

Peresmian tersebut sekaligus dirangkai dengan peluncuran program Pangan Keperluan Medis Khusus (PKMK) bagi anak stunting di Kabupaten Kampar.

Program ini menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Kampar dalam memperkuat akses pelayanan kesehatan masyarakat hingga ke wilayah desa sekaligus mempercepat penanganan stunting.

Sejumlah pejabat dan unsur terkait turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya jajaran anggota DPRD Kampar, Ketua TP PKK Kampar, Sekda Kampar, Inspektur Daerah, jajaran OPD TPPS, Direktur RSUD Bangkinang, Forkopimcam, serta kepala desa dan Ketua TP PKK se-Kecamatan Kampar Kiri.

Dalam sambutannya, Ahmad Yuzar mengatakan kehadiran Puskesmas Kuntu merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas.

Ia meminta tenaga kesehatan memberikan pelayanan secara profesional dan ramah kepada seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan.

"Layani masyarakat dengan baik, profesional dan ramah. Jangan membeda-bedakan masyarakat dalam memberikan pelayanan," ujar Ahmad Yuzar.

Sementara itu, dalam penanganan stunting, Pemkab Kampar mencatat adanya penurunan jumlah anak stunting.

Pada 2024 tercatat sebanyak 510 anak stunting. Angka tersebut turun menjadi 328 anak pada 2026.

Untuk mempercepat penanganan, sebanyak 173 anak sasaran akan mendapatkan paket PKMK berupa asupan gizi khusus selama 10 bulan.

Pemberian tersebut dilakukan berdasarkan rekomendasi tim pakar dengan harapan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus mencegah munculnya kasus stunting baru.

Ahmad Yuzar menegaskan, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama keluarga.

"Penanganan stunting butuh gerakan keroyokan. Kami minta para orang tua rutin membawa anak ke Posyandu dan memastikan paket PKMK ini benar-benar dikonsumsi oleh anak agar dampaknya terasa nyata," katanya.

Usai peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita.

Bupati juga menyerahkan kunci ambulans kepada Plh Kepala UPTD Puskesmas Kuntu, dr. Derma Bahari Putri.

Selain itu, dilakukan penyerahan PKMK secara simbolis serta peninjauan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat setempat.

Dengan diresmikannya Puskesmas Kuntu, pemerintah berharap masyarakat di Kecamatan Kampar Kiri semakin mudah mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus menempuh jarak yang jauh.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dr. Zulhendra Das’at, MH.Kes., mengatakan peluncuran Pangan Keperluan Medis Khusus (PKMK) menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat intervensi gizi bagi balita yang membutuhkan penanganan khusus.

Menurut Zulhendra, pemberian PKMK harus dilakukan secara tepat sasaran dan diikuti dengan pemantauan oleh tenaga kesehatan.

“Yang kita kejar bukan hanya pemberian susunya, tetapi bagaimana setelah intervensi ini kondisi gizi anak mengalami perbaikan. Karena itu pemantauan, pendampingan keluarga dan evaluasi menjadi bagian penting dari program,” jelas dr. Zulhendra.

Ia mengatakan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersalurkannya PKMK kepada anak penerima manfaat.

Namun, yang lebih penting adalah adanya perubahan dan perbaikan kondisi gizi anak setelah mendapatkan intervensi.

Karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar akan terus mendorong tenaga kesehatan untuk melakukan pemantauan serta pendampingan terhadap keluarga penerima program.

Di sisi lain, Zulhendra berharap keberadaan UPTD Puskesmas Kuntu dapat semakin memperkuat akses pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Kampar Kiri.

Dengan semakin dekatnya fasilitas kesehatan, masyarakat diharapkan lebih mudah mendapatkan pemeriksaan, konsultasi, pengobatan hingga berbagai pelayanan kesehatan lainnya.

“Puskesmas bukan hanya tempat masyarakat datang ketika sakit. Tetapi juga harus menjadi pusat edukasi dan pencegahan berbagai masalah kesehatan,” ujarnya.

(Dir)

#Resmi #Bupati Kampar #puskesmas kuntu