KAMPAR — Dinas Perikanan Kabupaten Kampar terus mendorong berbagai terobosan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah.
Kepala Dinas Perikanan Kampar, H. Zulfahmi, menyebutkan produksi ikan di wilayah yang dikenal sebagai Kampung Patin Nasional terus mengalami peningkatan. Berdasarkan penetapan Kementerian pada 2011, produksi yang sebelumnya berkisar 60 ton per hari kini telah mencapai rata-rata di atas 72 ton per hari.
“Produksi tujuh jenis ikan di Kampar saat ini terus meningkat dan menjadi salah satu andalan dalam mendukung PAD,” ujar Zulfahmi, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan tersebut turut didukung berbagai program bantuan kepada nelayan. Salah satunya penggantian perahu kayu menjadi perahu berbahan fiber yang telah disalurkan ke 12 desa, lengkap dengan mesin GX 200.
Di sektor budidaya, Dinas Perikanan juga mengembangkan sistem kolam, keramba, dan bioflok. Upaya ini diperkuat dengan dukungan pemerintah pusat melalui program bantuan kepada Koperasi Merah Putih.
“Melalui surat Dirjen Perikanan Budidaya tertanggal 3 April 2026, kami mendapat dukungan untuk pengembangan 24 unit bioflok lengkap dengan sarana prasarana, mulai dari semenisasi, tiang, atap, instalasi, hingga benih dan pakan, dengan nilai sekitar Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar,” jelasnya.
Selain itu, Dinas Perikanan Kampar juga menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Riau untuk menghadirkan investor dalam pengolahan ikan di sentra Unit Pelaksana Teknis (UPT) Desa Koto Mesjid.
Di sisi lain, Zulfahmi mengingatkan para pemilik keramba apung agar tidak mengikatkan keramba pada fasilitas umum seperti tiang jembatan karena berpotensi merusak konstruksi dan melanggar aturan.
Sebagai solusi, pihaknya telah mengusulkan pembangunan tiang pancang khusus keramba untuk 12 desa. Namun, akibat efisiensi anggaran, realisasi baru dapat dilakukan di tiga desa, yakni Buluh Cina, Pulau Lawas, dan Teratak Buluh.
Dalam bidang pembenihan, Dinas Perikanan Kampar juga telah mengembangkan produksi larva melalui fasilitas Larva Center guna memenuhi kebutuhan benih ikan yang terus meningkat.
“Kami tetap optimistis dan berkomitmen meningkatkan produksi perikanan meski di tengah keterbatasan anggaran dan tingginya permintaan pasar,” kata Zulfahmi.
(Dir)
#perikanan