Universitas Pahlawan dan BRIN Gelar Simposium Internasional, Cari Solusi Fragmentasi Habitat Sumatera Lewat Kebun Raya

Universitas Pahlawan dan BRIN Gelar Simposium Internasional, Cari Solusi Fragmentasi Habitat Sumatera Lewat Kebun Raya

KAMPAR — Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UP) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan menggelar International Symposium 2026 pada 8–9 Oktober 2026 di Pangeran hotel Pekanbaru dan kebun raya Universitas Pahlawan.

Kegiatan tersebut membahas peran kebun raya dan kawasan preservasi kampus sebagai koridor keanekaragaman hayati yang mendukung kelestarian warisan hutan hujan tropis Sumatera.

Simposium mengangkat tema “Bridging Fragmentation: The Role of Botanical Gardens and Campus Preservation Areas as Biodiversity Corridors Supporting TRHS.” Forum ini akan membahas peran kebun raya dan kawasan preservasi kampus dalam menjaga konektivitas habitat yang semakin terfragmentasi.

Rektor Universitas Pahlawan Prof.Dr Amir Luthfi mengatakan, fragmentasi habitat di Sumatra menjadi tantangan bagi keberlanjutan keanekaragaman hayati. Perkembangan pertanian, pertambangan, permukiman, dan pembangunan infrastruktur dapat memutus konektivitas ekologis antarkawasan.

Selama ini, konservasi banyak bertumpu pada taman nasional, cagar alam, dan kawasan perlindungan lainnya.

 Universitas Pahlawan melihat kawasan yang dikelola perguruan tinggi juga memiliki potensi sebagai ecological stepping stones dan bagian dari koridor biodiversitas.

“Melalui Kebun Raya Universitas Pahlawan dan kawasan preservasi kampus, kami ingin mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu ekosistem yang nyata,” ujar Prof.Amir Luthfi, Sabtu (26/9/2026).

Menurut dia, Kebun Raya Universitas Pahlawan tidak diarahkan sekadar menjadi ruang terbuka hijau. Kawasan tersebut dikembangkan sebagai living laboratory sekaligus ruang konservasi dan penelitian yang pengelolaannya berbasis ilmu pengetahuan.

Kolaborasi dengan BRIN diharapkan memperkuat riset dan inovasi dalam pengembangan kebun raya.

 Setelah symposium, UP menargetkan lahirnya deklarasi bersama serta kemitraan strategis dengan kebun raya, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan institusi konservasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Yang lebih penting, kami tidak ingin symposium ini hanya menjadi tempat untuk mendengarkan presentasi. Kami ingin ada knowledge exchange, capacity building, strategic partnerships, dan tindak lanjut yang konkret,” kata Prof.Amir Luthfi 

Ia menambahkan, Kebun Raya Universitas Pahlawan memang bukan bagian dari kawasan Tropical Rainforest Heritage of Sumatra (TRHS). Namun, kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi supporting landscape yang membantu memperkuat konektivitas ekologis dan mendukung upaya konservasi biodiversitas di sekitar kawasan yang dilindungi.

Sejumlah tokoh nasional dan internasional dijadwalkan menjadi tamu kehormatan dan pembicara utama. Di antaranya Rektor Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Prof. Dr. Amir Luthfi, Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Moh Jumhur Hidayat, Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A.A. Teguh Sambodo, serta Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni.

Selain itu, simposium juga menghadirkan Dr. Engin Koncagul dari UNESCO sebagai pembicara utama. Sejumlah pembicara kehormatan dari berbagai negara turut dijadwalkan hadir, antara lain dari Royal Botanic Gardens Victoria Australia, Xishuangbanna Botanical Garden China, Hortus Botanicus Leiden Belanda, Adelaide University Australia, Taman Botani Putrajaya Malaysia, UBD Botanical Research Center Brunei Darussalam, serta Singapore Botanic Gardens.

Penyelenggaraan simposium ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi internasional dalam bidang konservasi keanekaragaman hayati, khususnya melalui pengembangan kebun raya dan kawasan preservasi di lingkungan perguruan tinggi.

Melalui forum tersebut, para akademisi, peneliti, pengelola kebun raya, serta pemangku kepentingan dari berbagai negara akan bertukar pengetahuan dan pengalaman mengenai strategi menjaga konektivitas ekosistem serta pelestarian keanekaragaman hayati di kawasan tropis.

Penulis : Dirman

#Universitas Pahlawan #simposium internasional #BRIN