KAMPAR - Warga Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, mengeluhkan kondisi sejumlah ruas jalan yang rusak parah dan belum kunjung diperbaiki. Jalan berlubang yang telah bertahun-tahun rusak itu dinilai mengganggu aktivitas masyarakat serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Salah seorang warga, Muhammad Asnan, mengatakan kerusakan terjadi di beberapa titik, mulai dari jalan depan Pertamina Petapahan, ruas Petapahan-Plamboyan, Plamboyan-Koto Batak, Alamanda-Koto Garo, hingga Koto Garo menuju Simpang Tiga Kandis atau yang dikenal sebagai Simpang Gelombang.
Menurut Asnan, kondisi jalan tersebut sudah lama dikeluhkan warga. Bahkan, kerusakan jalan di kawasan Plamboyan sempat viral di media sosial karena kondisinya yang dinilai sangat memprihatinkan.
"Jalan-jalan ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat dan membahayakan pengendara, terutama pada malam hari maupun saat musim hujan. Banyak lubang yang cukup dalam sehingga sulit terlihat pengendara," kata Asnan, JRabu (3/6/2026).
Ia menilai kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada keselamatan pengguna jalan, tetapi juga menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi hasil perekonomian warga yang bergantung pada akses transportasi darat.
Akibat kondisi tersebut, warga berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera melakukan perbaikan. Mereka khawatir kerusakan yang semakin parah dapat memicu kecelakaan lalu lintas.
"Kami berharap jalan yang rusak ini tidak hanya ditinjau, tetapi segera diperbaiki. Setiap hari jalan ini digunakan masyarakat untuk bekerja, bersekolah, dan mengangkut hasil usaha," ujarnya.
Warga menilai perbaikan infrastruktur jalan di Tapung Hilir sudah menjadi kebutuhan mendesak karena ruas-ruas tersebut merupakan jalur penghubung antarpermukiman sekaligus akses utama penunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar kondisi jalan tidak semakin memburuk.
(Dir)
#warga #Tapung Hilir #jalan rusak