Kebun Raya UP Bidik Pengakuan Dunia, 130 Hektare Lahan Disiapkan di Kampar

Kebun Raya UP Bidik Pengakuan Dunia, 130 Hektare Lahan Disiapkan di Kampar
Prof. Dr. Amir Luthfi Rektor Universitas Pahlawan

KAMPAR — Kebun Raya Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UP) membidik pengakuan internasional. Dengan menyiapkan pengembangan kawasan sekitar 130 hektare yang memiliki hutan alami, mata air, dan kekayaan tumbuhan lokal, UP memperkenalkan potensi kebun raya di Kabupaten Kampar kepada pakar dan pengelola kebun raya dari berbagai negara.

Langkah tersebut dilakukan melalui kunjungan lapangan dalam rangkaian International Symposium 2026 yang digelar UP bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jumat (9/10/2026). Momentum ini menjadi peluang bagi UP untuk membuka kolaborasi internasional sekaligus memperkenalkan potensi keanekaragaman hayati Kampar ke panggung dunia.

Rektor UP, Prof. Dr. Amir Luthfi, memimpin langsung kunjungan para delegasi untuk melihat kondisi lahan, kekayaan tumbuhan, dan rencana pengembangan kawasan.

Amir menjelaskan, gagasan pembangunan kebun raya bermula dari perluasan kampus. Saat pengadaan lahan, universitas menemukan kawasan berhutan dengan kontur beragam yang dinilai berpotensi dikembangkan menjadi kebun raya. Pembangunan dimulai melalui peletakan batu pertama pada akhir 2023 dengan dukungan BRIN.

“Kami ingin memperkenalkan kepada dunia bahwa Kampar memiliki kebun raya berpotensi internasional,” ujar Amir.

UP merencanakan pengembangan kawasan sekitar 130 hektare, termasuk lahan di sekitar Jalan Lingkar. Kawasan yang saat ini dikembangkan ditetapkan sebagai Zona A, sedangkan area Jalan Lingkar direncanakan menjadi Zona B.

Zona B memiliki potensi berupa mata air dan bentang alam yang akan menjadi bagian dari pengembangan kebun raya secara bertahap.

Selain penataan kawasan, UP akan memperkuat koleksi tumbuhan, baik yang tumbuh alami maupun yang didatangkan dari luar. Sejumlah kekayaan hayati lokal yang menjadi perhatian antara lain rotan, belimbing hutan, dan pohon sialang.

Amir menyebut dukungan BRIN menjadi bagian penting dalam pengembangan kebun raya tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa UP telah memperoleh penghargaan dari pemerintah sebagai perguruan tinggi swasta yang membangun kebun raya.

“Kami berkomitmen terus membenahi kawasan dan melengkapi koleksi tumbuhan agar manfaatnya semakin luas,” katanya.

Simposium internasional ini menghadirkan pakar dan perwakilan pengelola kebun raya dari sejumlah negara, di antaranya Singapura, Australia, Malaysia, Belanda, dan China.

Kunjungan tersebut diharapkan membuka peluang pertukaran pengetahuan, penelitian bersama, dan kerja sama pengelolaan kebun raya. Kehadiran para delegasi juga menjadi kesempatan bagi UP untuk memperkenalkan karakteristik alam Kampar kepada komunitas botani internasional.

Kegiatan ini mengusung tema “Bridging Fragmentation: The Role of Botanical Gardens and Campus Preservation Areas as Biodiversity Corridors Supporting Tropical Rainforest Heritage of Sumatra (TRHS)”. Tema tersebut menekankan peran kebun raya dan kawasan preservasi kampus dalam menjaga keterhubungan habitat serta mendukung pelestarian Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatra.

Rangkaian kunjungan ditutup dengan penanaman pohon bersama di kawasan White House Kebun Raya UP, dipimpin Amir bersama para delegasi internasional.

Melalui pengembangan kawasan dan penjajakan kerja sama lintas negara, UP berharap Kebun Raya Universitas Pahlawan semakin dikenal di tingkat internasional serta berkembang menjadi pusat pendidikan, penelitian, dan pengembangan keanekaragaman hayati di Kabupaten Kampar.

 

(Dir)

#UP #kebun raya