KAMPAR — Kualitas udara di Kabupaten Kampar berada pada tingkat berbahaya setelah Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menembus angka 712 pada Rabu (7/10/2026) pukul 10.00 WIB.
Lonjakan pencemaran ini dipicu oleh kabut asap kiriman akibat maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah selatan Sumatra.
?Berdasarkan data ISPUnet Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), parameter utama penyumbang tingginya angka pencemaran adalah partikel PM?? yang mencapai nilai 712. Selain itu, konsentrasi PM?.? tercatat sebesar 495, SO? 3, CO 15, NO? 66, serta O? dan HC masing-masing 0.
Pengukuran dilakukan pada suhu udara 32 derajat Celsius, kelembapan 71,2 persen, dan tekanan udara 1.003 mBar.
?Kondisi udara yang memburuk mengancam kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.
Kepala Pusdalops BPBD Kampar, Adi Candra Lukita mewakili Kalaksa BPBD Azwan menegaskan bahwa pekatnya kabut asap di Kampar bukan berasal dari titik api lokal, melainkan akibat dorongan angin dari selatan Sumatra.
?Hasil pemantauan menunjukkan ribuan titik panas (hotspot) masih melalap wilayah selatan, meliputi Sumatra Selatan sekitar 3.600 titik, Jambi 438 titik, Lampung sekitar 350 titik, Bangka Belitung sekitar 290 titik, dan Bengkulu 7 titik. Pergerakan angin membawa sebaran asap melintasi Riau menuju Sumatra Utara, Aceh, hingga berpotensi mencapai Malaysia.
Meredanya hujan membuat asap kiriman kembali menumpuk, sehingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang sedang berjalan hanya memberikan dampak sementara.
?Saat ini BPBD Kampar masih berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kesehatan terkait penerbitan surat edaran resmi mengenai status kualitas udara. Kendati demikian, BPBD mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menghindari kawasan wisata terbuka.
?Warga yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker berfiltrasi tinggi seperti N95, karena masker medis biasa kurang optimal menyaring partikel asap yang pekat.
Selain masalah kesehatan, pengemudi di ruas jalan tol serta jalur lintas Pekanbaru–Sumut dan Pekanbaru–Sumbar juga diminta ekstra waspada terhadap jarak pandang yang memburuk, terutama pada pagi dan malam hari.
(Dir)
#kabut asap #kualitas udara