KAMPAR – Petani Desa Pulau Birandang, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar, menyampaikan terima kasih kepada Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, atas perhatian dan dorongannya terhadap perbaikan jaringan irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Sasapan II.
Rehabilitasi jaringan irigasi pada 2026 ini diharapkan memulihkan pasokan air untuk mengairi 87 hektare sawah milik petani. Perbaikan tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas padi sekaligus mempertahankan lahan persawahan agar tidak beralih fungsi.
Kepala Desa Pulau Birandang, Tomas Renaldo, S.AP., mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Kampar, khususnya Wabup Misharti, yang sebelumnya turun langsung meninjau kondisi irigasi di desanya.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kampar, khususnya Ibu Wakil Bupati Misharti, yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi irigasi di desa kami. Perbaikan ini sangat berarti bagi petani karena menyangkut kebutuhan air untuk 87 hektare sawah,” ujar Tomas, Jumat (9/10/2026)
Menurutnya, kerusakan jaringan irigasi selama ini menjadi kendala dalam memenuhi kebutuhan air persawahan. Karena itu, ia berharap rehabilitasi tersebut membuat aliran air kembali lancar sehingga petani dapat menjalani musim tanam dengan lebih baik.
“Kami berharap setelah diperbaiki, irigasi ini benar-benar berfungsi optimal.
Mudah-mudahan hasil panen petani meningkat. Kami juga berharap jaringan irigasi lain yang masih rusak mendapat perhatian agar pertanian masyarakat terus terjaga,” katanya.
Ucapan terima kasih serupa juga disampaikan Sahuri, salah seorang petani dari Kelompok Tani Bonca Kare. Ia menyebut perbaikan irigasi sebagai kabar baik bagi petani yang selama ini mengandalkan kelancaran pengairan untuk mengelola sawah.
“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Pemkab Kampar, terutama Ibu Wakil Bupati Misharti, yang telah memperhatikan kondisi irigasi kami. Semoga dengan perbaikan ini, air bisa mengalir dengan baik ke sawah sehingga tanaman padi tumbuh subur dan hasil panen semakin berlimpah,” ujar Sahuri.
Perhatian Misharti terhadap kondisi D.I. Sasapan II sebelumnya ditunjukkan melalui kunjungan langsung pada 28 Oktober 2025. Saat itu, ia mendorong agar rehabilitasi jaringan irigasi menjadi perhatian untuk mendukung kebutuhan air petani.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Pulau Birandang, H. Martin, juga berharap perbaikan tersebut memberi dampak nyata bagi keberlanjutan pertanian. Menurutnya, kepastian pasokan air merupakan faktor penting agar petani tetap mengolah sawah dan tidak terdorong mengalihfungsikan lahan akibat persoalan pengairan.
Bagi masyarakat Pulau Birandang, keberadaan sawah bukan hanya berkaitan dengan mata pencaharian, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya. Salah satunya tradisi Ma’aghak Suwek, berupa doa dan selamatan menjelang panen yang digelar setiap 28 Oktober, bertepatan dengan hari jadi Desa Pulau Birandang.
Pada 2026, tradisi tersebut telah direkomendasikan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Riau kepada Kementerian Kebudayaan RI.
Rehabilitasi D.I. Sasapan II pun diharapkan tak sekadar memperbaiki saluran air, tetapi juga menjaga keberlangsungan 87 hektare persawahan, menopang ekonomi petani, dan melestarikan tradisi yang diwariskan turun-temurun. Bagi petani Pulau Birandang, perhatian terhadap irigasi menjadi langkah penting agar sawah tetap produktif dan kehidupan pertanian desa terus berlanjut.
(Dir)
#irigasi #wabup mishartu #pulau birandang