BANGKINANG - Memasuki hari ke-13 hingga ke-14 Ramadan, harga sejumlah kebutuhan pokok dan bumbu dapur di Pasar Impres Bangkinang dan sekitarnya terpantau mengalami kenaikan. Namun demikian, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan belum signifikan.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM melalui Kepala Bidang Perdagangan Rinaldi menjelaskan, bahwa berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga bahan pokok memang menunjukkan tren kenaikan.
“Untuk sementara, berdasarkan pantauan kami di pasar, harga cenderung naik. Namun kenaikannya tidak signifikan dan masih dalam batas toleransi atau kategori normal baru,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Rinaldi menjelaskan, kenaikan harga terutama terjadi pada sejumlah bumbu dapur dan daging. Untuk harga daging sapi, sebelumnya sempat mengalami kenaikan dari Rp130 ribu per kilogram menjadi Rp180 ribu per kilogram. Namun saat ini harga tersebut sudah mulai berangsur stabil di kisaran Rp140 ribu per kilogram.
Menurut Rinaldi, kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran.
Untuk menekan potensi lonjakan harga yang lebih tinggi, Dinas Perdagangan melalui bidang pasar dan perdagangan rutin melakukan operasi pasar. Langkah ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan barang dan mencegah kelangkaan yang dapat memicu kenaikan harga.
“Operasi pasar kami lakukan untuk menjaga kestabilan harga. Selain itu, kami juga rutin melakukan pemantauan harga setiap pekannya, khususnya setiap hari Senin, dengan titik pemantauan di Pasar Impres Bangkinang,” jelasnya.
Rinaldi menambahkan, untuk stok dan pasokan, pemerintah memastikan kondisi masih aman. Dinas Perdagangan bekerja sama dengan Bulog sebagai mitra dalam penyediaan bahan pokok seperti beras SPHP, minyak goreng, dan gula. Saat ini, stok komoditas tersebut masih tersedia.
"Mengimbau para pelaku pasar agar tidak menaikkan harga secara berlebihan menjelang Hari Raya Idulfitri," imbau Rinaldi.
Rinaldi menambahkan, Bulog juga membuka peluang kerja sama dengan pedagang pasar untuk distribusi bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula, sehingga harga dapat tetap terjangkau tanpa merugikan pedagang maupun konsumen.
"Dengan langkah tersebut, diharapkan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya menjelang Lebaran," harap Rinaldi.
Reporter : Dirman
#Kampar #harga kebutuhan pokok