Pernah Mendunia, Hendri Domo Dorong Pacu Sampan Buluh Cina Jadi Agenda Wisata Kampar

Pernah Mendunia, Hendri Domo Dorong Pacu Sampan Buluh Cina Jadi Agenda Wisata Kampar
Hendri Domo anggota DPRD Kampat

SIAK HULU – Nasib tradisi Pacu Sampan Naga di Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, menjadi perhatian. Meski pernah mengharumkan nama daerah hingga tingkat internasional, ajang budaya ini dinilai masih membutuhkan dukungan anggaran yang jelas agar tidak terus bergantung pada swadaya masyarakat.

Anggota DPRD Kampar Fraksi PKS Hendri Doma yang juga putra kelahiran Buluh Cina ini, berharap Pacu Sampan Naga Buluh Cina masuk kalender wisata resmi Kabupaten Kampar pada 2027.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjamin keberlanjutan kegiatan sekaligus membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata.

“Pacu sampan ini adalah tradisi yang harus dipertahankan karena merupakan bagian dari budaya masyarakat Kampar. Ini menjadi perhatian kita bersama, terutama Pemerintah Kabupaten Kampar, agar tradisi ini terus hidup dan bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).

Hendri menilai, potensi Pacu Sampan Naga Buluh Cina sangat besar untuk dikembangkan. Selain memiliki sejarah panjang, kegiatan ini pernah diikuti peserta dari sejumlah negara, di antaranya Brunei Darussalam, Thailand, Singapura, dan Malaysia.

Tradisi tersebut juga disebut pernah mengharumkan nama daerah melalui ajang Piala Presiden selama lima tahun berturut-turut pada era Presiden Megawati Soekarnoputri.

Menurut Hendri, letak Desa Buluh Cina yang relatif dekat dengan Kota Pekanbaru menjadi keuntungan tersendiri. Akses tersebut berpeluang menarik lebih banyak wisatawan untuk menyaksikan perlombaan sekaligus menikmati potensi wisata budaya dan alam di kawasan tersebut.

Namun, ia mengingatkan, potensi besar itu perlu diimbangi dengan dukungan nyata pemerintah daerah, terutama dalam hal pembiayaan penyelenggaraan.

Hendri mengungkapkan, persoalan anggaran Pacu Sampan Naga pernah disampaikannya dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kampar yang dihadiri Sekretaris Daerah beberapa bulan lalu.

Dalam pembahasan itu, ia menyoroti belum adanya alokasi anggaran pemerintah daerah yang secara khusus diperuntukkan bagi kegiatan tersebut. Sementara itu, dukungan yang selama ini diberikan antara lain berasal dari dana pribadi kepala daerah maupun wakil kepala daerah.

“Ini tentu perlu menjadi perhatian bersama. Kita ingin tradisi ini terus bertahan, tetapi panitia juga membutuhkan dukungan yang jelas agar tidak selalu kesulitan mencari biaya penyelenggaraan,” katanya.

Sebagai wakil rakyat dari Dapil V, Hendri mengaku selalu mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, terlebih karena Buluh Cina merupakan kampung halamannya.

Meski demikian, ia mengaku lebih banyak bekerja di balik layar untuk membantu menjaga agar tradisi itu tetap terselenggara.

“Sebagai wakil rakyat dari Dapil V, tentu saya selalu mendukung kegiatan ini, apalagi dilaksanakan di kampung halaman sendiri. Hanya saja, saya terbiasa bekerja di balik layar. Tidak selalu terlihat, tetapi bagaimana kegiatan ini bisa tetap berjalan dan dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Hendri juga menilai semangat gotong royong yang disampaikan Wakil Bupati Kampar dapat membantu meringankan beban panitia. Namun, menurutnya, kebersamaan tersebut perlu disertai perencanaan dan dukungan pemerintah daerah yang berkelanjutan.

Dengan masuknya Pacu Sampan Naga ke kalender wisata resmi, penyelenggaraan kegiatan diharapkan lebih terarah, dukungan terhadap pelestarian budaya semakin kuat, serta perputaran ekonomi masyarakat Buluh Cina dapat meningkat.

Hendri berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius agar tradisi yang memiliki rekam jejak hingga mancanegara itu tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan Kabupaten Kampar.

(Dir)

#Wisata #pacu sampan #buluh cina