Warga Minta Dinsos Meranti Evaluasi Data Desil Bansos

Warga Minta Dinsos Meranti Evaluasi Data Desil Bansos
Ilustrasi

SELATPANJANG – Penyaluran bantuan sosial (Bansos) di Kabupaten Kepulauan Meranti kembali disorot. Tidak hanya masyarakat bawah, Pegawai Negeri Sipil (PNS) pun ikut mengeluh soal sulitnya ekonomi saat ini.

Menurut salah satu sumber terpercaya, Rabu (30/9/2026), kondisi ekonomi masyarakat saat ini benar-benar tertekan. Bahkan PNS pun mengaku susah.

"Kalau uang insentif belum keluar, sangat mengeluh. Mengharap gaji tinggal sedikit, karena SK sudah digadaikan ke bank," ujar sumber tersebut menirukan keluhan seorang PNS di Meranti.

Sumber menambahkan, jika PNS saja mengeluh susah, apalagi masyarakat yang bekerja serabutan atau buruh harian lepas.

Dulu secara ekonomi berkecukupan, tapi karena kerja tak menentu atau serabutan, sekarang buat makan saja sudah susah. Dulu sewaktu diverifikasi oleh RT/RW, kehidupan ekonominya serba cukup, tapi sekarang jauh menurun," jelasnya.

Persoalan utama, menurut sumber itu, ada pada data desil yang digunakan Dinas Sosial. Data yang dipakai diduga masih data lama.

"Apakah salah dia jika 15 tahun yang lalu waktu didata ekonominya cukup, sehingga masuk Desil 6 atau 8? Tentu ini perlu petugas yang benar-benar bekerja, berani dan mau belusukan dari rumah ke rumah untuk mendata kembali. Sehingga kalau menemui fakta di lapangan warga memang susah, petugas berkewajiban menurunkan desilnya ke Desil 1 atau 4, karena kondisi sekarang berbanding terbalik," tegasnya.

Ia berharap, Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Meranti tidak kaku dalam melihat kondisi warga hanya dari fisik rumah.

"Jangan hanya terhalang rumah bagus yang dibuat 15 tahun yang lalu, ketika lagi kuat bekerja. Itu masukannya. Harus ada verifikasi ulang yang humanis, turun langsung lihat kondisi riil hari ini," imbuhnya.

Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Sosial Meranti dan para operator DTKS di tingkat desa/kelurahan untuk melakukan pemutakhiran data secara berkala, agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran kepada warga yang saat ini memang membutuhkan.

Ini masukan buat pemangku kepentingan, dan jangan alergi dengan masukan dari masyarakat. Turun ke lapangan, Meranti ini luas bukan Selatpanjang saja, jangan cuma makan gaji buta, yang uang gajinya adalah uang rakyat," tutup sumber tersebut.

Penulis : Sanusi

#Meranti #dinsos #bansos