BANGKINANG – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau untuk periode 14 hingga 20 Oktober 2026 tercatat mengalami penurunan, baik untuk kategori Kemitraan Swadaya maupun Kemitraan Plasma.
?Berdasarkan hasil penetapan Dinas Perkebunan Provinsi Riau (No. 38/2026), penurunan paling signifikan dialami oleh kelompok Kemitraan Swadaya, di mana harga TBS untuk tanaman kelompok umur 9 tahun terkoreksi sebesar Rp 129,82 per kilogram.
?Rincian Harga TBS Swadaya dan Plasma
?Pada kategori Kemitraan Swadaya, harga TBS tertinggi berada pada kelompok umur 9 tahun, yakni sebesar Rp 3.603,92 per kg. Sementara untuk umur tanaman 10–20 tahun dipatok sebesar Rp 3.565,06 per kg.
Penetapan ini menggunakan Indeks K sebesar 93,30 persen dengan biaya operasional/BOTL 0,61 persen. Adapun harga CPO tercatat sebesar Rp 14.722,29/kg, Kernel Rp 12.344,61/kg, dan Cangkang Rp 24,65/kg.
?Di sisi lain, untuk kategori Kemitraan Plasma, harga TBS relatif lebih stabil meskipun tetap mengalami penurunan tipis sebesar Rp 13,47 per kg pada kelompok umur 9 tahun.
?Harga tertinggi TBS Plasma untuk umur 9 tahun ditetapkan sebesar Rp 3.783,39 per kg, sedangkan untuk tanaman umur produktif 10–20 tahun berada di angka Rp 3.762,58 per kg.
Kategori plasma ini mencatatkan Indeks K sebesar 93,93 persen dan BOTL 1,24 persen, didukung harga CPO sebesar Rp 15.186,53/kg, Kernel Rp 12.231,77/kg, serta Cangkang Rp 15,46/kg.
Perbandingan Ringkas Harga TBS (14 - 20 Oktober 2026)
Umur Tanaman Kemitraan Swadaya (Rp/Kg)Kemitraan Plasma (Rp/Kg)
3 TahunRp 2.786,13Rp 2.909,62
5 TahunRp 3.340,80Rp 3.503,48
9 Tahun (Acuan)Rp 3.603,92 (Turun Rp 129,82)Rp 3.783,39 (Turun Rp 13,47)
10-20 TahunRp 3.565,06Rp 3.762,58
25 TahunRp 3.243,48Rp 3.440,79
30 TahunRp 3.019,16Rp 3.272,22
?Menanggapi fluktuasi harga pekan ini, Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) Kabupaten Kampar, Marahalim, melalui Kepala Bidang Perkebunan, Helvizar, mengimbau para petani untuk tetap tenang dan fokus menjaga kualitas hasil panen.
?"Penurunan harga pasar CPO global memang berdampak langsung pada penetapan harga TBS di tingkat daerah. Namun, kami terus mengingatkan para petani, khususnya di Kabupaten Kampar, agar menjaga norma panen dengan hanya memanen buah yang benar-benar matang," ujar Helvizar Rabu (14/10/2026).
?Helvizar menambahkan, Disbunnak Keswan Kampar juga terus mendorong agar para petani swadaya dapat memperkuat kelembagaan atau kelompok tani agar bisa bermitra secara resmi. Langkah ini dinilai penting untuk memperkecil ketimpangan harga antara petani swadaya dan petani plasma.
?"Ke depan, melalui kemitraan yang resmi dan kelembagaan yang kuat, potensi rendemen serta Indeks K petani swadaya bisa terangkat, sehingga harga yang diterima di tingkat petani dapat lebih optimal dan terlindungi dari fluktuasi pasar yang drastis," pungkasnya.
(Adv)
#Kampar #Disbunnak keswan #TBS