KAMPAR – Longsornya turap di Desa Penyasawan, Kecamatan Kampar, menjadi perhatian setelah berpotensi mengganggu akses jalan dan keselamatan warga. Menindaklanjuti laporan masyarakat, Wakil Bupati Kampar, Dr Hj Misharti turun langsung meninjau lokasi, Rabu sore (14/10/2026), untuk melihat kondisi kerusakan sekaligus membahas langkah penanganan.
Di lokasi, Misharti melihat langsung kondisi turap dan aliran anak sungai yang berada di sekitar kawasan tersebut. Ia juga berdiskusi dengan camat dan kepala desa terkait kebutuhan pembangunan turap sebagai upaya mengantisipasi longsor agar tidak semakin meluas.
Misharti mengatakan, pemerintah daerah akan mengkaji solusi yang tepat, termasuk kemungkinan pembangunan turap dan normalisasi aliran sungai.
Menurutnya, penanganan harus mempertimbangkan kondisi lapangan agar persoalan serupa tidak terus berulang.
“Kalau kita lakukan normalisasi lagi tanpa ada perubahan perilaku masyarakat, persoalan ini akan terus berulang. Masyarakat juga harus diedukasi agar tidak membuang sampah ke sungai maupun anak sungai,” ujar Misharti.
Ia mengungkapkan, normalisasi di kawasan tersebut telah dilakukan pada 2025. Karena itu, selain mengevaluasi kebutuhan penanganan lanjutan, pemerintah juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan aliran air untuk mengurangi risiko banjir.
Misharti menjelaskan, banjir yang sebelumnya terjadi di kawasan tersebut bukan berasal langsung dari Sungai Kampar, melainkan dari anak sungai. Kondisi ini menjadi perhatian bersama, terutama dalam menjaga kelancaran aliran air dan mencegah penumpukan sampah.
Ia berharap pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat dapat bersinergi menjaga lingkungan serta mendukung upaya penanganan turap longsor. Dengan begitu, risiko kerusakan yang lebih luas dan gangguan terhadap warga dapat diantisipasi.
(Dir)
#wanup misharti #turap longsor #penyasawan