BANGKINANG – Yayasan Uma Sakola Indonesia bersama Forum Anak Kampar (FAKAR) menggelar kegiatan Bulan Bahasa 2026 di Taman Rekreasi Stanum, Bangkinang Kota, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan yang menggandeng Balai Bahasa Provinsi Riau dan Bidang Perlindungan Anak Dinas PPKBP3A Kabupaten Kampar ini menjadi upaya mendorong generasi muda agar lebih mengenal, mencintai, dan melestarikan bahasa daerah, khususnya bahasa Kampar.
Sebanyak 70 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Sejumlah narasumber dihadirkan, yakni Konsultan Digital dan Personal Branding Rizki Gusti Pratama, penulis buku tentang pahlawan Kampar Ilham Afandi, serta penulis cerpen dan puisi Budy Utamy.
Kasubbag Tata Usaha Balai Bahasa Provinsi Riau, Michal Dennis, S.Kom, yang mewakili Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau Umi Kulsum, S.S., M.Hum, menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah perkembangan zaman dan teknologi.
Menurutnya, generasi muda perlu bangga menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari agar bahasa Kampar tidak hanya digunakan oleh generasi tua.
"Jangan sampai bahasa Kampar cuma digunakan oleh orang tua-tua kita. Kita harus berupaya bangga menggunakan bahasa daerah dan menggunakannya dalam pergaulan agar tetap hidup dalam perkembangan zaman dan teknologi," ujarnya di hadapan peserta.
Sementara itu, Kabid Perlindungan Anak DPPKBP3A Kampar sekaligus Pembina FAKAR, Satiti Rahayu, SKM., MKM, berharap kegiatan tersebut dapat menambah wawasan anak-anak mengenai pentingnya bahasa daerah.
Ia juga mendorong agar kolaborasi antara berbagai pihak terus diperkuat sehingga kegiatan edukasi dan pelestarian bahasa daerah dapat berkelanjutan.
"Kepada anak-anak Bunda, silakan ambil ilmu yang sangat penting ini terkait dengan bahasa, terutama bahasa daerah. Tentu kita juga berharap kolaborasi ini semakin ditingkatkan untuk masa yang akan datang," katanya.
Pembina Yayasan Uma Sakola, Ari Amrizal, turut menyampaikan apresiasi kepada Balai Bahasa Provinsi Riau, FAKAR, dan DPPKBP3A Kampar atas kolaborasi yang telah terjalin.
Ia berharap kerja sama tersebut terus berlanjut, tidak hanya dalam kegiatan pelestarian bahasa, tetapi juga pengembangan literasi dan kegiatan positif lainnya bagi generasi muda.
"Uma Sakola sangat berterima kasih kepada Balai Bahasa Riau, FAKAR, dan DPPKBP3A Kampar atas kolaborasi yang sudah terjalin. Semoga ke depan semakin kuat. Uma Sakola tetap akan mengambil tempat agar bisa memberi manfaat," pungkasnya.
(Man)
#uma sekola #balai bahasa