BANGKINANG – Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, mendorong tradisi Ma'aghak Suwek (Alqur'an besar) di Desa Pulau Birandang Kecamatan Kampa agar masuk dalam kalender pariwisata Kabupaten Kampar.
Tradisi budaya yang telah dilaksanakan sejak turun temurun itu dinilai memiliki keunikan dan nilai religius yang perlu terus dilestarikan.
Hal tersebut disampaikan Misharti saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 Desa Pulau Birandang yang dirangkai dengan kegiatan tradisi Ma'aghak Suwek.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kampar, tentu kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-49 kepada Desa Pulau Birandang,” ujar Misharti, Rabu (28/10/2026).
Ia mengatakan, Ma'aghak Suwek merupakan tradisi budaya yang terus dijaga oleh pemerintah desa bersama masyarakat. Tradisi ini memiliki makna mendalam karena menjadi wujud doa dan harapan masyarakat kepada Allah SWT agar diberikan keberkahan, rahmat, perlindungan, serta dijauhkan dari berbagai marabahaya.
Menurut Misharti, tradisi tersebut juga berkaitan dengan harapan masyarakat agar tanah pertanian tetap subur dan menghasilkan panen yang baik, terutama tanaman padi yang menjadi bagian penting kehidupan warga setempat.
“Budaya ma'ghak Suwek ini bagus karena kita mengingat bahwa yang kita minta hanya kepada Allah. Kita memohon keberkahan, rahmat, perlindungan dari Allah, dijauhkan dari marabahaya, sehingga tanah-tanah kita subur untuk ditanam,” katanya.
Misharti mengapresiasi kepala desa dan masyarakat yang konsisten mempertahankan tradisi Ma'aghak Suwek hingga terlaksana empat tahun berturut-turut. Ia berharap kegiatan tersebut terus berlanjut dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia juga menilai tradisi Ma'aghak Suwèk memiliki semangat pelestarian budaya yang serupa dengan Pacu Sampan di Buluh Cina, yang juga telah dilaksanakan empat tahun berturut-turut.
Menurutnya, Kabupaten Kampar memiliki banyak kekayaan budaya yang berpotensi dikembangkan menjadi daya tarik wisata daerah. Selain Pacu Sampan, terdapat pula tradisi Barolek Godang dan Lomang yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kampar.
“Kabupaten Kampar sebenarnya memiliki kalender pariwisata. Mudah-mudahan kegiatan Mengagak Suri ini juga bisa kita masukkan menjadi salah satu agendanya,” ungkap Misharti.
Ia berharap, masuknya tradisi Mengagak Suri dalam kalender pariwisata Kabupaten Kampar nantinya dapat meningkatkan perhatian terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus memperkenalkan tradisi masyarakat kepada khalayak yang lebih luas.
Misharti menegaskan, keberagaman tradisi yang dimiliki Kabupaten Kampar merupakan kekayaan daerah yang perlu dijaga bersama agar tetap hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti,Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, H. Tekad Parbatas Setia Dewa, Anggota DPR RI DR. H. Syahrul Aidi Ma'azat,Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar Nur Ilahi Ali, Camat Kampa Tengku Fazli Redwan, Kepala Desa Pulau Birandang Thomas Renaldo,tokoh adat dan seluruh warga masyarakat Pulau Birandang.
(Man)
#wabup misharti #pulau birandang #,maaghak suwek