KAMPAR KIRI HILIR - Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kampar Kiri Hilir, Tarmizi Dabri, M.Si., menilai buku Tenun Akar karya Dr. Misharti memuat pemikiran yang relevan bagi pemerintahan kecamatan dan desa, terutama tentang musyawarah dan tanggung jawab kepada masyarakat.
“Bagi aparatur kecamatan dan desa, buku ini mengingatkan pentingnya mendengarkan warga sampai memahami persoalannya. Setelah itu, harus jelas siapa yang menangani dan bagaimana tindak lanjutnya,” ujarnya Kamis (5/11/2026).
Ia menyoroti pembahasan falsafah Tali Bapilin Tigo, Tigo Tungku Sajoghangan yang menghubungkan peran pemerintah, ninik mamak, dan alim ulama. Dalam buku ini, kerja bersama menuntut setiap pihak memahami kewenangannya serta menjalankan tanggung jawab untuk membantu masyarakat.
Menurut Tarmizi, pemikiran tersebut penting dalam menghadapi persoalan keluarga yang membutuhkan dukungan lingkungan dan pelayanan pemerintah. Musyawarah perlu melibatkan orang yang memahami serta mengalami langsung persoalan tersebut.
“Pengalaman perempuan, anak muda, dan warga yang terdampak keputusan perlu mendapat tempat dalam musyawarah. Keterangan mereka membantu kita mengambil keputusan yang lebih tepat,” katanya.
Ia menilai kekuatan buku Tenun Akar terletak pada cara Dr. Misharti menghubungkan kehidupan keluarga dengan kepemimpinan di tengah masyarakat. Nilai kepedulian, kesediaan mendengar, dan pembagian tanggung jawab yang dibahas dalam buku ini menjadi bahan refleksi bagi aparatur dalam melayani warga.
(Man)
#Misharti #tenun akar #tarmizi Dabri